Tahun 2013, Pelaksanaan CSR Akan Meningkat


JAKARTA, KOMPAS.com - Kekhawatiran banyak pihak akan menurunnya pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) akibat munculnya Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas ditepis oleh La Tofi, Ketua Umum Forum CSR Kesejahteraan Sosial.

Dalam diskusi dengan wartawan bertajuk "Tren CSR 2013" di The Media Hotel, Jakarta, Rabu (5/12/2012), La Tofi menjelaskan, walaupun PP 47 Tahun 2011 memberikan kewenangan penuh kepada perusahaan untuk menganggarkan kegiatan CSR-nya berdasarkan kepatutan dan kewajaran, bukan berarti perusahaan akan melakukan sekadarnya.

"Banyak perusahaan di Indonesia telah mengintegrasikan CSR sebagai bagian dari strategi bisnisnya. Kalau mereka menginginkan perusahaannya berkembang, maka CSR juga mereka kembangkan," ujar La Tofi.

Apalagi sekarang, lanjut dia, di hampir semua daerah terbentuk Forum CSR dalam rangka transparansi kepada pemangku kepentingan, sehingga tidak ada celah untuk melakukan CSR sekadarnya.

"Pada tahun 2013, kita akan menyaksikan peningkatan dan kesemarakan dalam pelaksanaan CSR. Dalam kondisi apa pun, dunia usaha akan memilih survive dengan pendekatan CSR," ujar La Tofi.

La Tofi, yang juga pendiri The La Tofi School of CSR, menilai keberadaan Forum CSR di berbagai daerah telah menangkal upaya-upaya pemerasan oleh pihak-pihak tertentu yang ditujukan kepada perusahaan-perusahaan. Di dalam wadah komunikasi ini terdapat para pemangku kepentingan.

Sementara Forum CSR Kesejahteraan Sosial yang berdiri berdasarkan Peraturan Menteri Sosial Nomor 13 Tahun 2012, setelah dibentuk kepengurusan nasionalnya, akan dilanjutkan ke provinsi-provinsi dan kabupaten kota.

Walaupun ditujukan untuk menggandeng CSR dalam mengatasi masalah-masalah sosial, Forum CSR Kesejahteraan Sosial tidak bisa dihindari juga akan berhubungan hingga ke isu-isu lingkungan yang sedang menjadi konsentrasi perusahaan.

"Forum CSR Kesejahteraan Sosial dari tingkat pusat hingga daerah, tidak didesain untuk mengumpulkan dana dari perusahaan. Justru forum ini akan mendorong perusahaan melakukan praktik CSR dengan benar," kata La Tofi.

Kalaupun Forum CSR melakukan sinergi bagi para pemangku kepentingan yaitu perusahaan, pemerintah, dan masyarakat, itu semata-mata sebagai kerja sama untuk proyek percepatan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu pada kesempatan yang sama Direktur Sustainable Natural Resource Management A+CSR Indonesia, Wahyu Aris Darmono, juga menyebutkan, peningkatan pelaksanaan CSR di tahun mendatang adalah akibat kesadaran para pemimpin perusahaan terhadap perubahan iklim yang semakin meningkat.

"Mereka akan membawa perusahaannya menjadi green company, dan peduli pada komunitas. Perusahaan akan memperhatikan faktor lingkungan pada setiap aspek operasionalnya, dan sejauh mana memberikan dampak kesejahteraan bagi komunitas," tuturnya.

Sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/12/05/23221249/Tahun.2013..Pelaksanaan.CSR.Akan.Meningkat
Rabu, 5 Desember 2012 | 23:22 PM

Komentar untuk artikel : Dengan adanya peningkatan CSR di setiap perusahaan pada tahun 2013, tentunya akan berdampak positif, baik dari perusahaan maupun masyarakat. Semoga nantinya akan terwujudkan perusahaan-perusahaan yang tidak hanya untuk mencapai tujuan yaitu  memperoleh keuntungan namun dapat menciptakan lingkungan yang go green.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

FRAUD DI INDONESIA


Pilih Sistem Pembayaran Online yang Aman!

Kamis, 11 Oktober 2012 | 17:57 PM
KOMPAS.com - Belanja online saat ini sudah semakin menjadi bagian dari gaya hidup orang Indonesia. Meskipun berbelanja ke toko biasa, entah itu di mal atau di pasar tradisional, masih menjadi sarana untuk berekreasi, toko online juga diminati karena menyediakan pengalaman belanja yang unik. Salah satunya, karena menghemat waktu dan tenaga.

Meski begitu, kebiasaan belanja online masih belum sepenuhnya memasyarakat. Hal ini disebabkan faktor keamanannya yang masih dipertanyakan. Tak sedikit konsumen yang mengaku ditipu. Yang paling sering terjadi, pembayaran sudah dilakukan namun barang pesanan tidak dikirimkan. Kemudian, konsumen juga khawatir akan menjadi korban fraud atau penyalahgunaan kartu kredit yang terjadi melalui pencurian data pribadi si pemilik kartu.

Tidak heran, studi E-commerce Consumer Monitor tahun 2010 dari Visa melaporkan bahwa 8 dari 10 orang Indonesia yang gemar belanja online masih mengutamakan faktor keamanan saat berbelanja online.

"Karena berbagai pengalaman buruk tersebut, pembelanja Indonesia menginginkan lebih banyak jaminan saat berbelanja online," papar Steve Marta, General Manager AKKI (Asosiasi Kartu Kredit Indonesia), saat bincang-bincang di kantor Visa, The Plaza Tower, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Studi yang sama mengungkapkan, pembelanja Indonesia menginginkan adanya sistem pengamanan dan jaminan yang "berlapis". Mereka bersedia melakukan transaksi secara online apabila toko yang mereka tuju menerapkan metode pembayaran yang aman (50 persen), memberikan jaminan dari bank (49 persen), dan tentunya jaminan dari perusahaan penerbit kartu kredit (48 persen).

Ellyana Fuad, Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia, turut menegaskan pentingnya meningkatkan kesadaran konsumen akan keamanan dalam transaksi online. Dengan menyediakan jaminan keamanan yang terbaik akan tercipta rasa aman bagi konsumen, serta memberikan kepercayaan dalam proses jual beli online, jelasnya.

Pada dasarnya, ada tiga lapisan pengamanan dalam mekanisme pembayaran online yang ditawarkan Visa, yaitu:
1. Verified by Visa (VbV)
VbV merupakan metode autentikasi pemegang kartu dengan menggunakan password ketika melakukan transaksi online. Cara kerjanya adalah dengan memasukkan password pribadi ketika Anda melakukan pembayaran dengan kartu Visa secara online. Sistem ini sama seperti ketika Anda diminta memberikan PIN atau tanda tangan ketika berbelanja.
"Saat akan melakukan transaksi, Anda akan diberi One-Time-Passcode atau OTP. OTP ini untuk membuktikan bahwa yang melakukan transaksi memang si pemilik kartu," tambah Steve. OTP dikirimkan oleh bank penerbit kartu Visa melalui SMS atau token OTP, dan password tersebut harus Anda masukkan saat melakukan transaksi. Dengan cara ini, Anda tak perlu repot mengingat password tertentu.

Selanjutnya, sistem Visa akan memverifikasi identitas Anda kepada merchant, dan meyakinkan Anda sebagai pemegang kartu bahwa data Anda diproses secara aman. Setiap pemegang kartu diminta untuk mendaftarkan layanan VbV ke bank penerbit kartu Visa mereka.

2. Tiga digit kode pengaman
Disebut dengan kode CVV2, tiga digit kode ini tertera di belakang kartu Visa, tepat bersebelahan dengan tanda tangan Anda. Kode ini menunjukkan pada merchants bahwa kartu Anda benar-benar bersama Anda ketika sedang melakukan transaksi online atau melalui telepon.
Ketika Anda memberikan kode CVV2 kepada merchant, informasi tersebut disampaikan secara otomatis kepada bank penerbit kartu untuk proses verifikasi dan autorisasi. Jika sesorang menggunakan kartu Visa Anda tapi tidak dapat memberikan tiga digit kode pengaman, atau jika kode pengaman yang diberikan salah, merchant akan langsung membatalkan transaksi. Namun untuk keperluan keamanan, merchant dilarang keras menyimpan kode pengaman tersebut.

3. Real Time Fraud Monitoring
Sistem pengamanan tidak berhenti begitu saja setelah transaksi berhasil dilakukan. Ada mekanisme yang telah disiapkan untuk mengantisipasi terjadinya fraud, baik yang dilaporkan oleh pemegang kartu kredit maupun yang tertangkap oleh sistem monitoring Visa. Jaringan data Visa telah menyimpan ribuan contoh transaksi pembelian yang sah dari para pemilik kartu kredit, sehingga kejadian-kejadian yang di luar kebiasaan akan diketahui. Selanjutnya, bank penerbit kartu kredit akan menahan sementara biaya-biaya yang mencurigakan. Kemudian bersama Visa, bank akan melakukan konfirmasi sesegera mungkin pada pemilik kartu kredit untuk memverifikasi biaya-biaya tersebut.



Opini saya untuk kasus di atas :
Dengan sifat masyarakat Indonesia yang cenderung konsumtif dan dengan mobilitas kegiatan yang sibuk, pembayaran online memang saat ini lebih digunakan mayoritas untuk kalangan menengah ke atas. Harusnya dengan cara berfikir masyarakat yang memiliki bobot lebih tinggi dari kalangan minoritas, dapat memilah sistem pembayaran dengan baik sehingga diminimalisir fraud yang mungkin timbul dari transaksi pembayaran yang dilakukan. Dengan tiga lapisan pembayaran yang ditawarkan visa, sudah bagus agar fraud diminimalisir walaupun tidak menjadi zero fraud. Didukung juga dengan hukum-hukum yang kuat berlaku di Indonesia, agar semuanya menjadi lebih terkendali.



Mengkhawatirkan, Kolusi Pegawai Bank dan Nasabah

Kamis, 26 April 2012 | 07:09 WIB
Kolusi antara pegawai bank dan nasabah sebagai modus terjadinya fraud atau penipuan di bank menjadi perhatian utama bankir. Penipuan identitas dan transfer dana menjadi perhatian berikutnya.
Hasil survei PT PricewaterhouseCoopers (PwC) Indonesia itu dipaparkan Ashley Wood dari Divisi Perbankan PwC, Rabu (25/4/2012), di Jakarta. Sekitar 100 bankir senior dari Indonesia menjadi responden survei tersebut.
Sebanyak 29 persen responden mengkhawatirkan kolusi antara pegawai dan nasabah. Berikutnya adalah penipuan identitas (19 persen responden), penipuan transfer (18 persen responden), serta penipuan elektronic banking yang mencakup kartu kredit, kartu debit, dan prabayar (15 persen responden).
"Setiap orang harus benar-benar memahami risiko penipuan, lalu melakukan langkah yang diperlukan untuk mengurangi risiko penipuan," kata Wood.
Wood mengungkapkan, 39 persen responden memprediksi, penipuan di sektor perbankan akan turun tahun ini. Jumlah responden yang optimistis ini meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya 27 persen, bahkan jauh bertambah daripada tahun 2010 yang hanya 22 persen responden.

Opini saya untuk kasus di atas :
Memang tidak dapat dipungkiri lagi, kolusi adalah salah satu masalah yang menjadi pekerjaan rumah untuk pemerintah kita. Apalagi di dunia perbankan, yang menggiurkan ini. Fraud pasti akan terjadi, dan tidak mungkin menjadi zero fraud.  Saya setuju dengan kutipan Wood yang berkata “Setiap orang harus benar-benar memahami risiko penipuan, lalu melakukan langkah yang diperlukan untuk mengurangi risiko penipuan”. Karena dengan itulah kita bersama-sama dapat mengurangi, mengatasi dan menangani permasalahan tersebut.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kode Etik Akuntan (Dalam Bentuk Cerita)


Suara televisi bertemu dengan suara canda tawa yang terdengar di ruang keluarga milik pak Junot. Beliau mempunyai dua anak, wahyu dan Kayla. Keduanya masih mengemban ilmu di salah satu universitas swasta di Depok namun berbeda jurusan dan tingkatan. Wahyu, satu-satunya yang berada pada bidang lain, pak junot serta istrinya,Bunga, bekerja di Kantor Akuntan Publik. Kayla, mengambil jurusan akuntansi . Sedangkan Wahyu mengambil teknik informasi karena semenjak duduk di bangku SMP, ia sangat menggemari mengotak-atik komputer.
Kebetulan, kayla mendapat tugas yang harus dikumpulkan esok harinya. Wahyu melihat adiknya sambil menopangkan dagunya di meja tempat kayla mengerjakan tugas. Ia bertanya,”Kay, susah tugasnya?”. “Super super susah bang, si abang nih nanya kaya tidak ada yang lain saja”, jawab kayla. “loh, kenapa? Ga boleh?” ujar si abang. Hey ,kalian ini tadi menertawakan Ayah sama Bunda, sekarang apa lagi toh yang diributin?. “Ayah, aku ingin mengetahui bidang yang ditekunin Ayah sama Bunda”,tanya wahyu. “Bekerja sebagai auditor sulit ya?”,kemudian Ayah menjawab,”sekarang ayah bertanya sama kamu, menekuni dunia kamu itu suit atau tidak?nah jadi kamu tahu kan jawaban Ayah apa”,Ayah tersenyum melirik ke arah Bunda.
Tiba-tiba Bunda bertanya pada Kayla,”nak, kamu tahu kode etik akuntan?”. “aku tahu Bunda, tapi lupa”,jawab Kayla yang masih bergumam dalam hati,kenapa jadi aku yang ditanyain sambil menggaruk-garuk kepalanya.
“Memang apa,Bunda?”,tanya abang. “Jadi kalian harus tahu, Etika Profesional yang mengatur perilaku akuntan yang menjalankan praktik akuntan publik di Indonesia, pada tahun 1998, Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) merumuskan etika profesional baru yang diberi nama Kode Etik Ikatan Akuntansi Indonesia”, penjelasan bunda kepada wahyu dan kayla.
“oh begitu toh”, ujar Bunga. Abang menertawakan bunga sambil berkata,”lah,gimana sih kamu kayla masa tidak tahu”. Ayah berkata,”abang tidak boleh begitu sama adikmu, kita sama-sama saling share ilmu”. “Keanggotaan dalam Ikatan Akuntan Indonesia bersifat sukarela, yang maksudnya seorang akuntan mempunyai kewajiban untuk menjaga disiplin di atas dan melebihi yang disyaratkan oleh hukum dan peraturan”, ujar Ayah. “Di dalam kode etik akuntan itu ada aturan lagi tidak, Yah?”, tanya Wahyu kepada Ayahnya. “Ada bang, di dalamnya ada prinsip Etika Profesi dalam Kode Etik IAI menyatakan pengakuan profesi akan tanggung jawabnya kepada publik, pemakai jasa akuntan, dan rekan”, jawab ayah.
Ibu tambahkan lagi ya, jadi prinsipnya ada delapan. “aku tahu bunda, tapi ga inget semuanya”,ucap Kayla. “nah, itu kamu tahu nak,coba sebutkan”, suruh Bunda. “Tanggung jawab profesi dan objektifitas”,jawab Kayla. Terus apa lagi nak? Lupa aku bunda. Jadi prinsipnya itu, tanggung jawab profesi, objektifitas, integritas, kepentingan publik, kompetensi dan kehati- hatian profesional, kerahasiaan, dan perilaku profesional.
“ayah, ingin kalian mengetahui pengertian masing-masing prinsip itu, kalian bisa searching di komputer”, ucap Ayah. “iya bener itu yang dikatakan Ayah, kalian ini hidup di jaman yang sudah berteknologi canggih ”,ucap sang Bunda. “tenang Bunda, mudah sekali itu”,ujar abang. “Untuk Kayla, kamu harus mereview kembali pelajaran kamu, supaya ilmu yang kamu dapatkan tidak akan sia-sia”, nasihat Bunda dan Ayah pada anak perempuannya.
“nah, juga ada yang mengatur di pekerjaan ayah dan bunda, namanya aturan etika  kompartemen akuntan publik”, ujar Ayah. “Apa apa apa Bunda Ayah?”, tanya Wahyu dan Kayla.
“Dalam Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik ini digunakan singkatan KAP dengan dua makna Kompartemen Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik. KAP yang bermakna Kompartemen Akuntan Publik selalu ditulis IAI- KAP, yang berarti Ikatan Akuntan Indonesia Kompartemen Akuntan Publik. KAP yang bermakna Kantor Akuntan Publik ditulis tanpa didahului dengan IAI”, jawab Ayah. Ibu tambahkan,” Independensi, Integritas, dan Objektivitas, itu yang dalam Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik”.
“aku tahu Bunda standar umum dan prinsip akuntansi”,ucap Kayla. “ayo, apa kay, inget semuanya atau pake lupa?”.sindiran si abang kepada adiknya. Suasana ruang keluarga itu pun menjadi sangat riuh dengan tertawaan abang dan kedua orang tuanya.
“oh tidak, kali ini aku lengkap menyebutkannya”, seru si Kayla. “standar umumnya kompetensi profesional, kecermatan dan keseksamaan professional, perencanaan dan supervise dan data relevan yang memadai. Sedangkan prinsip akuntansinya, ehmm, banyak Bunda Ayah”, kayla menjawabnya.
“Yasudah selebihnya kalian bisa mencarinya di internet ataupun buku”, ujar Ayah. “Sudah larut malam, kalian tidur ke kamar, istirahatin agar badan dan otak segar kembali besok untuk menjalani aktifitas kalian masing-masing”,ucap Bunda pada anak-anaknya. “Iya Bun”, jawab wahyu sambil beranjak berdiri dari sofa. “Kamu tidak ke kamar, Kay?”,tanya sang Ayah. “tanggung sedikit lagi tugasnya selesai, nanti kay yang matikan televisi dan lampunya,Yah”,jawab kayla. Yasudah Ayah dan Bunda tungguin kamu, semangat kerjainnya,nak. “Terima kasih, Ayah Bunda”,ucap Kay.
Malam semakin larut, Kay akhirnya menyelesaikan tugasnya dan ke kamar untuk tidur. Bunda dan Ayah pun demikian. Keheningan malam yang sunyi serta dinginnya udara malam menemani tidur lelapnya keluarga Pak Junot.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tulisan 3 Etika Profesi - Artikel Tentang CSR -

Bank Mandiri Salurkan Dana Program Bina Lingkungan

MATARAM, KOMPAS.com -- Bank Mandiri menyalurkan dana Program Bina Lingkungan sebesar Rp 790 juta untuk pembangunan dan perbaikan fasilitas pendidikan di Nusa Tenggara Barat (NTB), termasuk dana pembangunan gedung Islamic Center di Pusat Kota Mataram.
Regional Manager XI Bank Mandiri Bali-Nusa Tenggara, Kuki Kadarisman, menyerahkan dana itu ke Gubernur NTB, Zainul Majdi, Sabtu (28/7/2012) di Mataram.
Kuki mengatakan, bantuan dana itu selain sebagai wujud nyata kepedulian Bank Mandiri di bidang pendidikan, juga akan memberi nilai tambah bagi masyarakat NTB. Hingga Mei 2011, Bank Mandiri Bali dan Nusa Tenggara menyalurkan Rp 11,5 miliar untuk program Bina Lingkungan di wilayah itu.
Gubernur NTB Zainul Majdi, menghargai Bank Mandiri dan dunia usaha lainnya yang telah menyisihkan dananya lewat Corporate Social Responsibility (CSR) bagi kepentingan pembangunan di NTB. Bank Mandiri selama tahun 2012, menyalurkan dana CSR ke NTB sebesar Rp 3,3 miliar.
Dana yang berjumlah Rp 790 juta disalurkan untuk antara lain perbaikan maupun pembangunan Islamic Center (sebesar Rp 125 juta); gedung SD Negeri 2 Kelayu, Lombok Timur (Rp 100 juta); renovasi sejumlah gedung madrasah ibtidaiyah di bawah bendera Nahdlatul Wathan (Rp 76 juta - Rp 90 juta); perbaikan Pasar Kebon Roek di Mataram (Rp 21 juta); dan Pasar Batujai, Lombok Tengah (Rp 15 juta).

Sumber : http://regional.kompas.com/read/2012/07/29/16032175/Bank.Mandiri.Salurkan.Dana.Program.Bina.Lingkungan

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tulisan 2 Etika Profesi - Artikel Tentang IFRS -


Elnusa Incar Laba Bersih Rp111 miliar

 

JAKARTA: Emiten jasa hulu migas terintegrasi PT Elnusa Tbk mengincar laba bersih Rp111 miliar tahun depan meski akhir tahun ini diestimasi rugi bersih Rp55 miliar akibat implementasi IFRS.

Direktur Keuangan Elnusa Sabam Hutajulu mengatakan fokus perseroan pada tahun depan di antaranya pada strategi pemasaran dan peningkatan keuntungan, optimalisasi utilitas alat, dan eksekusi proyek.

Hingga akhir tahun ini perseroan memperkirakan mengalami rugi bersih Rp55 miliar atau terkoreksi 185% dari posisi akhir tahun lalu Rp64 miliar.

Koreksi tersebut utamanya akibat pengaruh konvergensi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) ke International Financial Reporting Standart (IFRS).

“Angkanya bisa berubah, ini masih estimasi kami hingga akhir tahun yang minus. Tahun depan kami optimistis dengan strategi yang ada akan meningkatkan keuntungan menjadi Rp111 miliar,” katanya usai paparan publik di Jakarta, Jumat (23/12/11).

Sabam mengatakan jika tanpa efek implementasi IFRS dalam laporan keuangan, emiten berkode saham ELSA ini masih membukukan laba bersih Rp36,1 miliar atau turun 43% dari laba bersih tahun lalu.

“Impementasi itu lebih pada pencadangan uang muka investasi, penurunan nilai aset,provisi, liabilitas, kontijensi dan aset kontejensi,” katanya.

Selain itu, estimasi penurunan itu lantaran perseroan menarik potensi kerugian dari proyek di Papua yang mengalami kendala kondisi lapangan yang memberatkan. “Jika kami melihat ada potensi kerugian pada proyek kami tarik ke 2011, ini belum final,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Perusahaan Elnusa Heru Samodra mengatakan perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) secara konsolidasi pada tahun depan sebesar US$55 juta. Adapun porsi untuk ELSA sendiri mencapai US$39,5 juta, turun dari tahun ini US$50,2 juta.

Heru mengatakan dari total capex US$39,5 juta, perseroan akan mencari melalui pembiayaan proyek dengan perbankan sebesar US$20 juta, sisanya dari kas internal.

Pada senin awal pekan ini, ELSA meraih pinjaman senilai US$113 juta dari maksimum plafon mencapai US$122,5 juta dari sindikasi lima bank yang dipimpin oleh PT Bank Central Asia Tbk. Dari total pinjaman tersebut, sebesar US$9 juta dipakai guna menambah capex tahun depan.

Total pinjaman refinancing dari lima bank tersebut adalah BCA dengan porsi US$47 juta, Indonesia Eximbank US$40 juta, PT Bank Chinatrust Indonesia US$10 juta, PT Bank Mizuho Indonesia US$10 juta, dan PT Bank of China Cabang Jakarta US$6 juta.

Capex milik anak usaha PT Pertamina (Persero) ini akan lebih banyak digunakan untuk sektor pemeliharaan sumur migas (Divisi Oilfield Services) sebesar US$34,6 juta, sisanya sektor pendukung lain US$4,9 juta

Per 30 September 2011, pemilik saham ELSA adalah PT Pertamina (Persero) sebesar 41,67% dan PT Benakat Petroleum Energy Tbk (BIPI) sebesar 37,67%, Lucy Sycilia 0,01%, dan publik 21,75%. Harga saham ELSA ditutup turun 2,08% pada level Rp235 per saham dengan kapitalisasi Rp1,71 triliun. (Bsi)

 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS